“I Am a Total…Loser” – The Role of Interpretation Biases in Youth Depression

(“Saya adalah Pecundang…Sepenuhnya” – Peran dari Bias Interpretasi pada Depresi Kaum Muda)

Anca Sfärlea, Christina Buhl, Johanna Loechner, Jakob Neumüller, Laura Asperud
Thomsen, Kornelija Starman, Elske Salemink, Gerd Schulte-Körne, Belinda Platt

Journal of Abnormal Child Psychology, Volume 48, Isu 10, 2020, Hal. 1337-1350 (10-7-2020)

Pengasuhan

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

Negative interpretation biases have been found to characterize adults with depression and to be involved in the development and maintenance of the disorder. However, less is known about their role in youth depression. The present study investigated i) whether negative interpretation biases characterize children and adolescents with depression and ii) to what extent these biases are more pronounced in currently depressed youth compared to youth at risk for depression (as some negative interpretation biases have been found already in high-risk youth before disorder onset). After a negative mood induction interpretation biases were assessed with two experimental tasks: Ambiguous Scenarios Task (AST) and Scrambled Sentences Task (SST) in three groups of 9–14-year-olds: children and adolescents with a diagnosis of major depression (n = 32), children and adolescents with a high risk for depression (children of depressed parents; n = 48), as well as low-risk children and adolescents (n = 42). Depressed youth exhibited substantially more negative interpretation biases than both high-risk and low-risk groups (as assessed with both tasks), while the high-risk group showed more negative interpretation biases than the low-risk group only as assessed via the SST. The results indicate that the negative interpretation biases that are to some extent already present in high-risk populations before disorder onset are strongly amplified in currently depressed youth. The different findings for the two tasks suggest that more implicit interpretation biases (assessed with the SST) might represent cognitive vulnerabilities for depression whereas more explicit interpretation biases (assessed with the AST) may arise as a consequence of depressive symptomatology.


Abstrak Bahasa Indonesia

Bias-bias interpretasi negatif ditemukan untuk mengkarakterisasi remaja dengan depresi dan untuk dilibatkan dalam perkembangan dan pemeliharaan dari kelainan. Namun, peran bias dalam depresi remaja jarang diketahui. Studi ini menginvestigasi i) apakah bias-bias interpretasi negatif mengkarakterisasi anak-anak dan remaja-remaja dengan depresi dan ii) pada tingkat apa bias ini lebih dikenal pada remaja depresi saat ini dibandingkan dengan remaja dengan resiko depresi (karena beberapa bias interpretasi negatif yang ada telah ditemukan pada pemuda beresiko tinggi sebelum timbulnya gangguan). Setelah suasana hati yang buruk sebagai imbas dari bias negative yang dinilai berdasarkan dua ujian percobaan: Ujian Skenario Ambigu dan Ujian Kalimat Acak dengan tiga kelompok yang terdiri atas usia 9-14 tahun: anak-anak dan remaja dengan diagnosa depresi berat (n = 32), anak-anak dan remaja dengan resiko tinggi untuk depresi (anak-anak dari orang tua yang depresi; n = 48), dan anak-anak dan remaja dengan resiko rendah (n = 42). Pemuda yang depresi menunjukkan bias interpretasi negative secara substansial lebih banyak daripada kelompok yang berresiko tinggi maupun rendah (diuji dengan kedua pengujian), sementara kelompok yang beresiko tinggi menunjukkan lebih banyak bias interpretasi negative daripada kelompok yang beresiko rendah dengan hanya berdasarkan Ujian Kalimat Acak. Hasil mengindikasikan bahwa bias interpretasi negative pada beberapa tahap hanya ditunjukkan pada populasi berresiko tinggi sebelum timbulnya gangguan diperkuat oleh pemuda depresi saat ini. Adanya perbedaan dari kedua ujian menyarankan bahwa semakin tersirat bias-bias interpretasi (diuji dengan Ujian Kalimat Acak) memungkinkan adanya kerentanan kognitif untuk terkena depresi sedangkan semakin tersurat bias-bias interpretasi (diuji dengan Ujian Skenario Ambigu) memungkinkan timbulnya akibat dari gejala depresi.


Sfärlea, A., Buhl, C., Loechner, J., Neumüller, J., Asperud Thomsen, L., Starman, K., Salemink, E., Schulte-Körne, G., & Platt, B. (2020). “I Am a Total…Loser” – The Role of Interpretation Biases in Youth Depression. Journal of Abnormal Child Psychology48(10), 1337–1350. https://doi.org/10.1007/s10802-020-00670-3


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Penerjemah Abstrak: Shelly Anisa Dwianti

Pengendali Mutu Abstrak: Navira Alya Astadini

#

interpretation bias (bias interpretasi), major depression (depresi berat), children and adolescents (anak-anak dan remaja), familial risk for depression (resiko depresi turun-temurun), ambiguous scenarios task (ujian skenario ambigu), scrambled sentences task (ujian kalimat acak)