“She gave me hope and lightened my heart”: The transition to motherhood among vulnerable (young) mothers

(“Ia Memberi Saya Harapan dan Menenangkan Hati Saya”: Transisi Menjadi Ibu di antara Ibu (muda) yang Rentan)

Eveline van Vught, Pleuntje Versteegh

Journal of Children and Youth Services Review, Volume 118, Isu 11, November 2020, 105318 (4-8-2020)

Pengasuhan

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

The aim of the present study was to gain an understanding of how vulnerable mothers with adverse childhood experiences transition towards motherhood. Semi-structured interviews were conducted with a convenience sample of 15 vulnerable (young) mothers who were residing in a mother-baby home at the time of the study. By means of inductive thematic analyses, a number of themes were identified that characterized the transition to motherhood. The results showed that mothers experienced a number of adversities during childhood which made them aware early on what type of mother they wanted to be for their children. Because of medical complications or involvement of child protective services, the ability to take care and bond with the baby was sometimes delayed. Further, the arrival of the baby was often considered a turning point: to bring change to the life of the mother or a second chance to motherhood. Relationships with their own parents were generally strained and sometimes put on hold to protect oneself. The mothers also mentioned difficulties with accepting and asking for support, their outlook on social support was generally ambiguous. Clinical implications of the results are discussed in the light of traditional care and the theory on ambiguous loss.


Abstrak Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai proses transisi para ibu yang rentan dengan pengalaman masa kanak-kanak yang buruk menuju proses menjadi seorang ibu. Wawancara semi terstruktur dilakukan dengan pengambilan contoh berbasis ketersediaan subjek dari 15 ibu (muda) rentan yang tinggal di rumah ibu-bayi pada saat penelitian. Melalui analisis tematik induktif, sejumlah tema diidentifikasi menjadi ciri transisi menjadi seorang ibu. Hasil menunjukkan bahwa para ibu mengalami sejumlah kesulitan selama masa kanak-kanak yang membuat mereka sadar sejak dini akan figur ibu yang mereka inginkan bagi anak-anak mereka. Karena komplikasi medis atau keterlibatan layanan perlindungan anak, kemampuan untuk merawat dan menjalin ikatan dengan bayi terkadang terhambat. Lebih jauh lagi, kehadiran sang bayi sering dianggap sebagai sebuah titik balik: untuk membawa perubahan pada kehidupan sang ibu atau kesempatan kedua menjadi ibu. Hubungan mereka dengan orang tua umumnya tegang dan terkadang ditahan untuk melindungi diri. Para ibu juga menyebutkan kesulitan dalam menerima dan meminta dukungan. Pandangan mereka terhadap dukungan sosial umumnya ambigu. Implikasi klinis dari hasil penelitian dibahas dalam ranah perawatan tradisional dan teori kehilangan ambigu.


van Vugt, E., & Versteegh, P. (2020). “She gave me hope and lightened my heart”: The transition to motherhood among vulnerable (young) mothers. Children and Youth Services Review118, 105318. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105318


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Penerjemah Abstrak: Boy Ertanto

Pengendali Mutu Abstrak: Margaret Nindya Pradanitra Putri

#

motherhood constellation (kumpulan keibuan), vulnerable motherhood (keibuan yang rentan), adverse childhood events (peristiwa susah masa kecil), baby (bayi)