Does It Matter What I Say? Using Language to Examine Reactions to Ostracism as It Occurs

(Pentingkah yang Kukatakan? Menggunakan Bahasa untuk Menguji Reaksi Saat Terjadi Pengucilan)

Fabian Klauke, Simone Kauffeld

Frontiers in Psychology, Volume 11, 12 November 2020 (11-11-2020)

Motivasi

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

Most of our knowledge related to how social exclusion affects those who ostracize and those who are being ostracized is based on questionnaires administered after the ostracism situation is over. In this research, we strived to further our understanding of the internal dynamics of an ostracism situation. We therefore examined individuals’ language—specifically, function words—as a behavior indicative of psychological processes and emergent states that can be unobtrusively recorded right in the situation. In online chats, 128 participants talked about a personal topic in groups of three. In the experimental group (n = 79), two conversation partners ignored every contribution by the third. We found that, compared to the control group, these targets of ostracism used language indicative of a self-focus and worsened mood, but not of social focus or positivity, although positivity was related to a writer’s likeability. Sources of ostracism used language suggesting that they were distancing themselves from the situation, and they further engaged in victim derogation. We discuss how our results highlight the severity and potential self-sustainability of ostracism.


Abstrak Bahasa Indonesia

Sebagian besar pengetahuan kita terkait bagaimana pengucilan sosial mempengaruhi mereka yang mengucilkan dan mereka yang dikucilkan berdasarkan kuisioner ketika situasi pengucilan telah berakhir. Dengan penelitian ini, dilakukan usaha memahami lebih dalam dinamika internal dari situasi pengucilan. Untuk itu, dilakukan pemeriksaan bahasa setiap individu—khususnya kata-kata fungsi—sebagai perilaku yang menunjukkan proses psikologis dan keadaan yang muncul yang dapat direkam secara tersembunyi pada situasi tersebut. Pada sebuah percakapan daring, 128 peserta bercakap mengenai topik pribadi dalam grup berisi tiga orang. Dalam grup eksperimen (n = 79), dua peserta mengabaikan semua kontribusi dari peserta ketiga. ditemukan bahwa dibandingkan grup kontrol, target pengucilan ini menggunakan bahasa yang mengindikasikan fokus terhadap diri sendiri dan yang memperburuk suasana hati, dan bukan terhadap fokus sosial dan hal positif, meskipun hal positif cenderung bergantung pada kesukaan penulis. Sumber pengucilan menggunakan bahasa yang menunjukkan mereka membatasi diri mereka dari situasi tersebut, dan mereka terlibat lebih jauh terhadap penghinaan kepada korban. dijabarkan bagaimana hasil temuan kami menunjukkan keparahan dan potensi kemandirian dari suatu pengucilan.


Klauke, F., & Kauffeld, S. (2020). Does It Matter What I Say? Using Language to Examine Reactions to Ostracism as It Occurs. Frontiers in Psychology, 11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.558069


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Penerjemah Abstrak: Muhammad Fajri Sachruddin

Pengendali Mutu Abstrak: Tim Research Wikilead

#

ostracism (pengasingan), linguistic inquiry and word count (pemeriksaan linguistik dan jumlah kata), language (bahasa), pronoun use (penggunaan kata ganti), victim derogation (pengurangan korban), self-focus (fokus-diri)

logo wikilead white yellow.png
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram
straight white pemimpin.id png.png
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram

Daftar untuk informasi terbaru