Intergenerational Mobility in Slums: Evidence from a Field Survey in Jakarta

(Mobilitas Antargenerasi dalam Permukiman Kumuh: Bukti dari Survey Lapangan di Jakarta)

Maisy Wong

Asian Development Review, Volume 36, Edisi 1, Maret 2019, Hal. 1-19

Ekonomi

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

Slums are central to the global debate on inequality, serving as entry points for people moving to cities in search of economic opportunity. Yet we know little about the extent of intergenerational mobility in slums due to a lack of data tracking families across generations (including family members who no longer live together), as well as a lack of data covering slums. This paper addresses these empirical challenges using a field survey of four slums in Jakarta, tracking educational mobility spanning three generations: grandparents, parents, and children. Among grandparents who have less than primary education, only 24% of their children achieve junior secondary schooling or more. By contrast, among parents with less than primary education, 69% of their children attain junior secondary schooling or more. Overall, the patterns suggest improvements in educational mobility across generations. Moreover, there is suggestive evidence that groups with high educational mobility also exhibit high occupational mobility.


Abstrak Bahasa Indonesia

Permukiman kumuh merupakan isu sentral dalam perdebatan global tentang kesenjangan sosial, ia bertindak sebagai titik masuk orang-orang yang ingin mencari peluang ekonomi di kota. Namun demikian, masih sedikit yang diketahui mengenai sejauh mana mobilitas antargenerasi di permukiman kumuh karena kurangnya data terkait penelusuran keluarga lintas generasi (termasuk anggota keluarga yang tidak lagi tinggal bersama), ditambah lagi kurangnya data terkait permukiman kumuh. Penelitian ini menjawab tantangan empiris tersebut melalui pelaksanaan survei lapangan pada empat wilayah permukiman kumuh di Jakarta dan penelusuran mobilitas pendidikan dari tiga generasi: kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak. Di antara generasi pertama (kakek-nenek) yang tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, hanya 24% dari anak-anak mereka yang berhasil menamatkan sekolah menengah pertama atau lebih. Berlawanan dengan itu, di antara generasi kedua (orang tua) yang tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, 69% dari anak-anak mereka berhasil menamatkan sekolah menengah pertama atau lebih. Secara keseluruhan, hasil survey menunjukkan adanya peningkatan mobilitas pendidikan antar generasi. Selain itu, terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa kelompok dengan mobilitas pendidikan yang tinggi menunjukkan mobilitas pekerjaan yang tinggi pula.


Wong, Maisy. (2019). Intergenerational Mobility in Slums: Evidence from a Field Survey in Jakarta. Asian Development Review, 36(1) 1-19, https://www.mitpressjournals.org/doi/pdfplus/10.1162/adev_a_00121


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penerjemah Abstrak: Hadiyan Wijaya

Pengendali Mutu Abstrak: Farah Rizkiah

#

intergenerational mobility (mobilitas antargenerasi), slums (permukiman kumuh), urbanization (urbanisasi)