Parental Reactivity to Disruptive Behavior in Toddlerhood: An Experimental Study

(Tanggapan Orang Tua terhadap Perilaku Disruptif Balita: Sebuah Penelitian Eksperimental)

Susanne Schulz, Patty Leijten, Daniel S. Shaw & Geertjan Overbeek

Journal of Abnormal Child Psychology, Volume 47, 2019, Hal 779–790 (28-10-2018)

Pengasuhan

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

Disruptive child behavior is often exacerbated and maintained by negative and inconsistent parenting behavior that unwittingly reinforces disruptive behavior. One explanation for why parents render it difficult to remain positive and consistent might be the impact of disruptive child behavior on parent self-efficacy and stress. This study investigates how disruptive child behavior in a challenging parenting situation shapes parental momentary thoughts of self-efficacy and feelings of stress (i.e., perceived distress and physiological arousal), and how these in turn predict parenting behavior. We experimentally manipulated a challenging parenting situation that was designed to elicit disruptive child behavior. Specifically, we examined: (1) the effects of the challenging condition compared to a control situation on parental state self-efficacy and stress, (2) whether parents with lower trait self-efficacy and higher trait stress in daily life are most affected, and (3) how state self-efficacy and stress predict parental subsequent use of direct commands and positive affect. Parent-toddler dyads were randomly assigned to a challenging or control situation (N = 110, Mage = 30.9 months). As predicted, parents in the challenging situation, relative to control, reported less self-efficacy and more perceived distress, and showed increased physiological arousal. Self-efficacy was compromised particularly in parents with low trait self-efficacy. Our findings suggest that child disruptive behavior drives parental state self-efficacy and stress, especially momentary self-efficacy in parents who generally feel less self-efficacious.


Abstrak Bahasa Indonesia

Perilaku gangguan pada anak seringkali diperburuk dan dipelihara oleh pola asuh negatif dan tak konsisten yang tanpa sadar malah memperkuat perilaku gangguan. Salah satu penjelasan mengapa orang tua cenderung sulit untuk tetap positif dan konsisten bisa jadi merupakan dampak perilaku gangguan anak terhadap penilaian efektivitas diri dan stres orang tua . Penelitian ini menyelidiki bagaimana perilaku gangguan pada anak dalam situasi pola asuh yang menantang dapat membentuk sebuah pemikiran sesaat tentang efektivitas diri dan perasaan stres orang tua (contohnya, perasaan tertekan dan gairah fisiologi), dan bagaimana hal tersebut kemudian memprediksi perilaku pengasuhan. Kami bereksperimen memanipulasi sebuah situasi pola asuh menantang yang dirancang untuk memperoleh perilaku gangguan anak. Lebih tepatnya, kami menguji: (1) dampak yang timbul dari keadaan menantang dibanding keadaan terkendali pada efektivitas diri dan stres orang tua, (2) apakah orang tua dengan tingkat efektivitas diri rendah dan tingkat stres tinggi dalam kesehariannya adalah yang paling terpengaruh, dan (3) bagaimana keadaan efektivitas diri dan stres dapat memprediksi penggunaan perintah langsung dan kemudian dampak positifnya. Pasangan orang tua-balita, masing-masing ditugaskan secara acak untuk menghadapi situasi menantang atau situasi terkendali (N=110, Mage= 30,9 bulan). Sesuai perkiraan, orang tua dalam situasi menantang, dibandingkan dalam situasi terkendali, melaporkan efektivitas diri yang rendah, dan lebih merasa stres, dan menunjukan peningkatan gairah fisiologi. Efektivitas diri rentan terutama pada orang tua dengan ekeftivitas diri yang rendah. Penelitian kami menunjukan bahwa perilaku gangguan pada anak mendorong efektivitas diri dan stres orang tua, terutama efektivitas diri sesaat pada orang tua yang  secara umum merasa dirinya kurang efektif.


Schulz, S., Leijten, P., Shaw, D. S., & Overbeek, G. (2018). Parental Reactivity to Disruptive Behavior in Toddlerhood: An Experimental Study. Journal of Abnormal Child Psychology, 47(5), 779–790. https://doi.org/10.1007/s10802-018-0489-4


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Penerjemah Abstrak: Btari Gaia Kaila

Pengendali Mutu Abstrak: Margaret Nindya Pradanitra Putri

#

disruptive behavior (perilaku disruptif), self-efficacy (efikasi diri), stress (tekanan), arousal (gairah), individual differences (perbedaan antar individu), positive parenting (pola asuh positif)

logo wikilead white yellow.png
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram
straight white pemimpin.id png.png
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram

Daftar untuk informasi terbaru