The Partner Pay Gap: Associations between Spouses’ Relative Earnings and Life Satisfaction among Couples in the UK

(Kesenjangan Penghasilan antara Pasangan: Hubungan antara Penghasilan Relatif dan Kebahagiaan dalam Hidup bagi Pasangan di Britania Raya)

Anke C Plagnol, Vanessa Gash

Work, Employment, and Society, dipublikasikan 16 Oktober 2020 (15-10-2020)

Bisnis

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

Despite women’s recent gains in education and employment, husbands still tend to out-earn their wives. This article examines the relationship between the partner pay gap (i.e. the difference in earned income between married, co-resident partners) and life satisfaction. Contrary to previous studies, we investigate the effects of recent changes in relative earnings within couples as well as labour market transitions. Using several waves of the UK Household Longitudinal Study, we reveal that men exhibit an increase in life satisfaction in response to a recent increase in their proportional earnings relative to their wives’ earnings. For women, changes in proportional earnings had no effect on life satisfaction. We also find secondary-earning husbands report lower average life satisfaction than majority-earning and equal-earning men, while such differences were not found for women. The analysis offers compelling evidence of the ongoing role of gendered norms in the sustenance of the partner pay gap.


Abstrak Bahasa Indonesia

Terlepas dari peningkatan pendidikan dan pekerjaan bagi wanita belakangan ini, para suami masih cenderung berpenghasilan lebih tinggi daripada istri mereka. Artikel ini membahas hubungan antara kesenjangan gaji antar pasangan (misalnya, perbedaan pendapatan antara pasangan yang telah menikah dan tinggal bersama) dan kebahagiaan dalam hidup. Berbeda dari penelitian sebelumnya, kami menyelidiki pengaruh dari perubahan terbaru pendapatan antar pasangan dan juga transisi pasar tenaga kerja yang terjadi saat ini. Menggunakan beberapa gelombang data dari UK Household Longitudinal Study, ditemukan bahwa pria menunjukkan peningkatan kebahagian dalam hidup seiring meningkatkannya pendapatan relatif terhadap istri mereka. Untuk wanita, perubahan tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan hidup mereka. Juga ditemukan bahwa suami dengan penghasilan sekunder memiliki rata-rata kebahagian hidup yang lebih rendah dibanding pria dengan penghasilan mayoritas dan penghasilan yang setara, sementara hal ini tidak ditemukan pada wanita. Analisis ini menunjukkan bukti kuat yang sedang terjadi tentang peran norma gender dalam mempertahankan kesenjangan gaji antar pasangan.


Gash, V., & Plagnol, A. C. (2020). The Partner Pay Gap: Associations between Spouses’ Relative Earnings and Life Satisfaction among Couples in the UK. Work, Employment and Society. https://doi.org/10.1177/0950017020946657


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penerjemah Abstrak: Muhammad Fajri Sachruddin

Pengendali Mutu Abstrak: Rachmadea Aisyah

#

couples’ subjective well-being (kesejahteraan subjektif pasangan), equal-earning (penghasilan yang sama), household specialisation (spesialisasi rumah tangga), income comparisons (perbandingan pendapatan), life satisfaction (kebahagiaan hidup), partner pay gap (kesenjangan gaji antar pasangan), relative earnings (penghasilan relatif)

logo wikilead white yellow.png
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram
straight white pemimpin.id png.png
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram

Daftar untuk informasi terbaru