The Self and Its Nature: A Psychopathological Perspective on the Risk-Reducing Effects of Environmental Green Space for Psychosis

(Pribadi dan Sifatnya: Perspektif Psikopatologis terhadap Efek Pengurangan Risiko pada Ruang Ramah Lingkungan untuk Psikosis)

Sjoerd J. H. Ebisch

Enviromental Psychology, Volume 11, 11 November 2020 (10-11-2020)

Motivasi

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

Epidemiological studies have shown that environmental green space contributes to the reduction of psychosis incidence in the population. Clarifying the psychological and neuro-functional mechanisms underlying the risk-decreasing effects of green surroundings could help optimize preventive environmental interventions. This perspective article specifically aims to open a new window on the link between environmental green space and psychosis by considering its core psychopathological features. Psychotic disorders, such as schizophrenia, are essentially characterized by self-disturbances. The psychological structure of the self has been described as a multidimensional phenomenon that emerges from the reciprocal interaction with the environment through intrinsic and extrinsic self-processes. The intrinsic self refers to the experience of mental activity and environmental information as inherently related to one’s own person, which involves self-referential processing, self-reflection, memory, interoception, and emotional evaluation. The extrinsic self refers to sensorimotor interactions with the environment and the sense of agency, that is, the experience of being the source of one’s own actions and the multisensory consequences thereof. In psychosis, anomalous self-processing has been related to a functional fragmentation of intrinsic and extrinsic self-processes and related brain networks. Moreover, evidence from cognitive neuroscience suggests that green space could have beneficial effects on self-related processing. Based on the literature, it could be hypothesized that self-processing is involved in mediating the beneficial effects of green space for psychosis. Considering the multidimensionality of the self, it is proposed that urban green space design aimed at improving mental health ideally impacts the complexity of self-facets and thus restores the individual’s self.


Abstrak Bahasa Indonesia

Studi epidemiologi telah menunjukkan bahwa ruang ramah lingkungan berkontribusi pada penurunan kejadian psikosis di populasi. Dengan menjelaskan mekanisme psikologis dan fungsi saraf yang mendasari efek penurunan risiko lingkungan hijau dapat membantu mengoptimalkan intervensi lingkungan preventif. Artikel perspektif ini secara khusus bertujuan untuk membuka jendela baru mengenai hubungan antara ruang terbuka ramah lingkungan dan psikosis dengan mempertimbangkan fitur inti psikopatologis. Gangguan psikotik, seperti skizofrenia, pada dasarnya ditandai dengan gangguan diri. Struktur psikologis diri digambarkan sebagai fenomena multidimensi yang muncul dari interaksi timbal balik dengan lingkungan melalui proses diri intrinsik dan ekstrinsik. Diri intrinsik mengacu pada pengalaman aktivitas mental dan informasi lingkungan yang secara inheren terkait dengan individu sendiri, yang melibatkan pemrosesan referensi diri, refleksi diri, memori, intersepsi, dan evaluasi emosional. Sedangkan, diri ekstrinsik mengacu pada interaksi sensorimotor dengan lingkungan dan sense of agency, yaitu pengalaman menjadi sumber tindakan seseorang dan konsekuensi multisensori. Dalam psikosis, pemrosesan diri yang tidak normal telah dikaitkan dengan fragmentasi fungsional dari proses diri intrinsik dan ekstrinsik serta jaringan otak yang terkait. Selain itu, bukti dari ilmu saraf kognitif menunjukkan bahwa ruang ramah lingkungan dapat memiliki efek menguntungkan pada pemrosesan yang berhubungan dengan diri sendiri. Berdasarkan literatur, dapat dibuat hipotesis bahwa pemrosesan diri terlibat dalam memediasi efek menguntungkan dari ruang ramah lingkungan untuk psikosis. Mempertimbangkan multidimensi diri, diusulkan bahwa desain ruang terbuka ramah lingkungan perkotaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental idealnya berdampak pada kompleksitas self-facets sehingga dapat memulihkan diri individu.


Ebisch, S. J. H. (2020). The Self and Its Nature: A Psychopathological Perspective on the Risk-Reducing Effects of Environmental Green Space for Psychosis. Frontiers in Psychology, 11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.531840


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Penerjemah Abstrak: Dzikrina Iffa Yohanida

Pengendali Mutu Abstrak: Tim Research Wikilead

#

intrinsic self (intrinsik diri), extrinsic self (ekstrinsik diri), environment (lingkungan), green space (ruang terbuka ramah lingkungan), natural surroundings (lingkungan sekitar), psychosis (psikosis), schizophrenia (skizofrenia), urban (perkotaan)