Three decades of globalisation: Which countries won, which lost?

(Tiga Dasawarsa Globalisasi: Siapa yang Menang dan Kalah?)

Bernhard G. Gunter, Britni Wilcher

The World Economy, Vol. 43, Isu 4, 2020 (10-1-2020)

Ekonomi

Open Access

Kategori:

Abstrak Bahasa Inggris

The world average exports‐to‐GDP ratio increased from 17% in 1985 to 27% in 2015. Hence, world exports have grown much faster than world GDP. However, despite this overall trade integration, which is a key aspect of globalisation, the exports‐to‐GDP ratios have declined for 29 of the 118 countries with such data from 1985 to 2015. Some countries have been driving globalisation, while others have become marginalised. This paper examines three decades of globalisation to shed some light upon which countries might be considered winners and which countries might be considered losers of globalisation. After summarising the evolution of income and income per capita, we examine the evolution of exports and net inflows of foreign direct investment (FDI). Contradictory to previous decades, we show there are now many countries from all income groups that have either experienced marginalisation or been driving globalisation. We then use novel regression analysis to review the robustness of generally accepted drivers of globalisation and marginalisation, with education and macroeconomic stability being the two most robust determinants.


Abstrak Bahasa Indonesia

Rata-rata rasio ekspor per pendapatan domestik bruto (PDB) dunia meningkat dari 17% pada 1985 menjadi 27% pada 2015. Sebab itu, tingkat ekspor dunia tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan PDB dunia. Namun demikian, terlepas dari peningkatan integrasi perdagangan yang merupakan aspek penting dalam globalisasi, terdapat 29 dari 118 negara dalam data tersebut yang tidak justru mengalami penurunan tingkat ekspor per PDB. Beberapa negara memiliki peran besar dalam globalisasi, sementara beberapa negara lainnya terpinggirkan. Makalah ini membahas tiga dasawarsa berjalannya globalisasi untuk mencari tahu negara-negara mana yang dianggap menang dan kalah dalam globalisasi. Setelah merangkum perkembangan pendapatan dan pendapatan per kapita, kami mengamati perkembangan ekspor dan arus modal masuk dari investasi asing langsung (FDI). Bertolak belakang dengan dasawarsa sebelumnya, kami menemukan bahwa saat ini banyak negara-negara dari seluruh kelompok pendapatan yang terpinggirkan atau memenangkan globalisasi. Kami kemudian menggunakan analisis novel regresi untuk menganalisis faktor-faktor kuat yang menjadi penentu dari negara-negara yang dianggap menang dan kalah dalam globalisasi, di mana tingkat pendidikan dan stabilitas ekonomi makro menjadi dua faktor penentu yang paling kuat.


Gunter, B. G., & Wilcher, B. (2020). Three decades of globalisation: Which countries won, which lost? The World Economy, 43(4), 1076–1102. https://doi.org/10.1111/twec.12915


The original work of the article's abstract was translated from English to Indonesia.

Karya asli dari abstrak ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penerjemah Abstrak: Anggito Cahyo Nugroho

Pengendali Mutu Abstrak: Farah Rizkiah

#

capital flow (arus modal), economic integration (integrasi ekonomi), globalisation (globalisasi), marginalisation (peminggiran), trade (perdagangan)