Rekomendasi Artikel Jurnal: Komunikasi

Tema:

Komunikasi

Sub Tema:

Social Media, Social Network

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dan dampak yang masif serta signifikan dalam hubungan dan pola komunikasi antar individu. Salah satu produk yang dihasilkan dari perkembangan tersebut adalah kehadiran media sosial. Dewasa ini, media sosial tidak hanya digunakan sebagai media untuk berjejaring akan tetapi juga sebagai wadah berekspresi, personal branding, hingga membuka lahan bisnis. Hampir semua aktivitas dapat dilakukan di media sosial. Akan tetapi kemajuan tersebut ternyata tidak hanya membawa peluang akan tetapi juga hambatan dan permasalahan mulai dari sosial hingga kesehatan. Hal ini secara berkala dipelajari oleh para akademisi dan peneliti. Berikut beberapa referensi terkait social media dan network yang tim Wikilead himpun:


1. “Do I Look Like My Selfie?” : Filters and the Digital-Forensic Gaze oleh Lavrence, C., & Cambre, C. (2020)

Jurnal ini membahas penggunaan filter wajah yang telah menjadi salah satu fitur penting di media sosial. Pada jurnal ini, Lavrence dan Cambre (2020) melakukan eksplorasi untuk mengetahui kecenderungan pemakaian jenis filter yang digunakan dengan gender, serta dimensi afektif subjek penelitian.  Dari jurnal ini dapat diketahui bahwa jenis filter foto yang digunakan ternyata dapat menggambarkan citra diri seseorang yang nantinya memengaruhi persepsi orang lain terhadap citra diri orang tersebut dan kecemasan yang dialami dalam lingkungan digital. Jurnal ini akan cocok menjadi sumber referensi dan bahan bacaan untuk para pengembang filter pada aplikasi fotografi, mahasiswa psikologi, analis dan pemerhati pola perilaku konsumen media sosial, serta individu yang aktif menggunakan media sosial dan menggunakan aplikasi editing foto. Untuk mengakses keseluruhan artikel ini, kita dapat mengakses secara bebas (free access) dan gratis di perpustakaan SAGE Journals.


2. Self-Tracking Health Over Time: From the Use of Instagram to Perform Optimal Health to the Protective Shield of the Digital Detox oleh Kent, R. (2020)

Jurnal ini membahas secara komprehensif mengenai pengaruh keberadaan media sosial Instagram dan teknologi pemantauan diri (self-tracking) dalam perilaku bersosialisasi yang sehat di dunia maya serta manajemen kesehatan diri.  Jurnal ini juga menjelaskan perilaku detoksifikasi (menjauhkan diri dari media sosial dalam rentang waktu tertentu) yang dilakukan oleh “influencer” bidang kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri dari sorotan serta paradigm yang melekat dan didapatkan di dunia maya.  Jurnal ini cocok untuk dijadikan bahan bacaan bagi para pegiat kesehatan mental, para influencer dan individu yang aktif menggunakan media sosial, pemerhati dan analis perilaku konsumen media sosial, serta mahasiswa psikologi. Untuk mengakses keseluruhan artikel ini, kita dapat mengakses secara bebas (free access) dan gratis di SAGE Journals.


3. Association Between Fear of Missing Out, Problematic Smartphone Use, and Social Networking Service Fatigue Among Young Adults oleh Tugtekin, U., Barut Tugtekin, E., Kurt, A. A., & Demir, K. (2020)

Selain memberikan pengaruh positif, media sosial juga dikenal akan dampak negatifnya.  Salah satunya adalah fenomena kelelahan.  Fenomena ini dapat disebabkan oleh informasi berlebihan yang mengalir dan penggunaan berlebihan di media sosial.  Jurnal ini menjelaskan secara detail mengenai kelelahan dan faktor yang menyebabkannya, diantaranya Fear of Missing Out (FoMO) dan Problematic Smartphone Use (PSU). Hasil penelitian dari paper ini mengungkapkan bahwa Problematic Smartphone Use (PSU) dan kelelahan karena media sosial banyak dialami oleh perempuan. Jurnal ini cocok untuk dijadikan bahan bacaan bagi mahasiswa, peneliti serta pegiat di bidang psikologi, social media specialist serta pengguna aktif media sosial. Untuk mengakses keseluruhan artikel ini, kita dapat mengakses secara bebas (free access) dan gratis di SAGE Journals.


4. Posting About Cancer: Predicting Social Support in Imgur Comments oleh Hale, B. J., Collins, R., & Kilgo, D. K. (2020)

Saat ini media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk berinteraksi dan mengenal individu dari berbagai penjuru dunia, namun dapat juga digunakan sebagai sarana untuk saling memberikan dukungan (support).  Jurnal ini membahas mengenai efek dan manfaat yang diberikan masyarakat melalui jejaring sosial kepada penderita kanker.  Dengan hasil yang didapat adalah komentar dukungan yang diberikan di sosial media dipengaruhi dari fitur naratif pada postingan mengenai orang yang menderita penyakit kanker. Paper ini cocok untuk dijadikan bahan bacaan untuk pengembang aplikasi dan platform digital, pegiat dan aktivis sosial, para perawat dan tenaga medis, serta peneliti yang tertarik terhadap bidang komunikasi khususnya pada lingkup media sosial. Untuk mengakses keseluruhan artikel ini, kita dapat mengakses secara bebas (free access) dan gratis di SAGE Journals.


5. Rewarding Good Creators: Corporate Social Media Discourse on Monetization Schemes for Content Creator oleh Kopf, S. (2020)

Pemasaran melalui media digital tidak luput dari pembahasan tentang media sosial.  Pemasaran ini biasanya dilakukan oleh “content creator”.  Seorang “content creator” akan disewa oleh perusahaan untuk melakukan kampanye produk ataupun suatu kegiatan.  Jurnal ini membahas secara detail mengenai hubungan antara penyedia layanan media sosial dan konten creator dalam konteks monetisasi bisnis media sosial.  Artikel ini memberikan pemahaman tentang bagaimana penyedia layanan media mengkonseptualisasikan kreator. Artikel ini cocok untuk dijadikan bahan bacaan untuk para konten kreator khususnya yang bergerak di platform digital YouTube serta individu yang sedang menekuni bidang monetisasi dan advertising. Untuk mengakses keseluruhan artikel ini, kita dapat mengakses secara bebas (free access) dan gratis di SAGE Journals.


6. “Don’t Forget to Like, Share, and, Subscribe”: Digital Autopreneur in a Neoliberal World oleh Ashman, R., Patterson A., & Brown, S. (2018)

Jurnal ini mendemonstrasikan pentingnya pengaruh sejarah dan teknokultural dalam menentukan arah aktivitas kewirausahaan. Jurnal ini merujuk pada karya Foucault dan kaitannya dengan ranah kerja etnografi daring (ethnographic) yang berfokus pada sekumpulan Youtuber muda. Ashman, patterson, dan Brown (2018) menjelaskan pengaruh ideologi neoliberalisme dalam menginternalisasi struktur perasaan dan mempengaruhi keputusan serta kehidupan keseharian mereka. Dalam jurnal ini juga ditemukan tiga sumber utama yaitu dinamika persaingan, alat kreativitas, serta teknologi kendali diri yang secara kolektif mempengaruhi dan membentuk ‘optimisme kejam’ dalam bidang kewirausahaan di era neoliberalisme. Jurnal ini cocok menjadi bahan referensi dan bahan bacaan untuk para wirausahawan muda, konten kreator, serta individu yang sedang menekuni ataupun mempelajari bidang kewirausahaan. Untuk mengakses keseluruhan artikel ini, kita dapat mengakses secara bebas (free access) dan gratis di SAGE Journals.


Daftar Pustaka

  1. Lavrence, C., & Cambre, C. (2020). “Do I Look Like My Selfie?”: Filters and the Digital-Forensic Gaze. Social Media + Society, 6(4), 205630512095518. https://doi.org/10.1177/2056305120955182

  2. Kent, R. (2020). Self-Tracking Health Over Time: From the Use of Instagram to Perform Optimal Health to the Protective Shield of the Digital Detox. Social Media + Society, 6(3), 205630512094069. https://doi.org/10.1177/2056305120940694

  3. Tugtekin, U., Barut Tugtekin, E., Kurt, A. A., & Demir, K. (2020). Associations Between Fear of Missing Out, Problematic Smartphone Use, and Social Networking Services Fatigue Among Young Adults. Social Media + Society, 6(4), 205630512096376. https://doi.org/10.1177/2056305120963760

  4. Hale, B. J., Collins, R., & Kilgo, D. K. (2020). Posting About Cancer: Predicting Social Support in Imgur Comments. Social Media + Society, 6(4), 205630512096520. https://doi.org/10.1177/2056305120965209

  5. Kopf, S. (2020). “Rewarding Good Creators”: Corporate Social Media Discourse on Monetization Schemes for Content Creators. Social Media + Society, 6(4), 205630512096987. https://doi.org/10.1177/2056305120969877

  6. Ashman, R., Patterson A., & Brown, S. (2018). ‘Don’t forget to like, share, and subscribe: Digital Autopreneurs in a Nelioberal World. Journal of Business Research,  92,  474–483. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.07.055


This list of recommended journal articles constitutes a fair-use of any copyrighted materials. Wikilead only provides the list as part of noncommercial activity to leverage knowledge in Indonesia.


Daftar artikel jurnal yang direkomendasikan ini merupakan penggunaan wajar atas materi apapun yang memiliki hak cipta. Wikilead hanya memberikan rekomendasi sebagai bagian dari kegiatan nonkomersial untuk meningkatkan pengetahuan di Indonesia.


___________________________________________________________________________________________________

Kontributor: Muhammad Muzamzam Diar Achda, Wage Darminto, Muhamat Meygi Sapriawan, Alexander J.P. Sibarani, Muh Resky Ariansyah, M. Camikara Abimantrana Yuwono, Geani Budiningsih Istira.

#

Selfies (swafoto), digital (digital), sociality (sosialitas), filters (filter), instagram (instagram), digital health (kesehatan digital), social media addiction (ketergantungan penggunaan media sosial), digital detox (detoksifikasi digital), Social support (Dukungan Sosial), social networks (jejaring sosial), fomo (takut ketinggalan berita), Problematic smartphone use (Permasalahan dalam menggunakan Ponsel Cerdas), entrepreneurial orientation (orientasi kewirausahaan)