Rekomendasi Artikel Jurnal: Komunikasi, Berita, dan Informasi

Tema:

Komunikasi

Sub Tema:

Berita dan Informasi

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini telah membuka celah dalam menyebarkan berita dan informasi secara global. Semakin banyaknya jumlah media penyebaran berita membuat masyarakat kesulitan untuk memilah situs atau sumber yang membagikan informasi valid dan aktual. Hal ini dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan untuk menyebarkan berita dan informasi palsu yang dapat berujung pada konflik di media sosial.  Berikut adalah list yang  telah dihimpun oleh tim wikilead: 


1. Sincerely Fake: Exploring User-Generated Political Fakes and Networked Public oleh Ferrari, E. (2020)

Saat ini banyak politisi yang tidak hanya berusaha untuk mengkomunikasikan ide politiknya secara langsung, banyak dari mereka juga menggunakan media sosial dengan tujuan untuk meraih simpati khususnya golongan muda yang banyak berkomunikasi melalui media sosial.  Karena sifat media sosial yang terbuka, tidak jarang misinformasi dan hoax terkait tokoh politik terjadi yang disebabkan oleh akun-akun peniru.  Jurnal ini memaparkan pola komunikasi politik yang telah dimanipulasi oleh akun politik palsu dan bagaimana sikap publik terhadap aktivitas akun palsu tersebut. Dengan berfokus pada akun politik palsu, artikel ini memberikan wawasan tentang tempat pemalsuan dalam komunikasi online di luar perdebatan seputar "berita palsu”. Tulisan ini sangat direkomendasikan untuk penggemar politik yang ingin mencari tahu kebenaran mengenai akun-akun dan berita palsu seputar politik yang tersebar di media sosial. Artikel ini dapat diakses secara mudah dan gratis dengan mendaftar di perpustakan digital JSTOR.


2. It Takes a Village to Combat a Fake News Army: Wikipedia’s Community and Policies for Information Literacy oleh McDowell, Z. J., & Vetter, M. A. (2020).

Dengan mengangkat tema berita dan komunikasi, tulisan ini menunjukkan kepedulian penulis akan maraknya berita palsu atau hoax. Platform digital seperti facebook rupanya banyak menyebarkan berita-berita palsu yang bersifat manipulatif dan menyebabkan pengguna kehilangan kepercayaannya akan berita online. Situs literasi seperti Wikipedia menjadi salah satu sumber yang menantang keras penyebaran berita dan informasi yang tidak valid. Disini penulis menganalisis dan meninjau kembali bagaimana kebijakan dunia digital dalam menyebarkan berita secara global. Penulis juga menyediakan rekomendasi cara memanfaatkan praktik dan kebijakan Wikipedia untuk validasi informasi di luar ensiklopedia. Tulisan ini sangat menarik terutama untuk akademisi dan peneliti yang ingin mencari informasi valid sebagai pendukung penelitiannya. Artikel ini dapat diakses secara mudah dan gratis dengan mendaftar di perpustakan digital JSTOR.


3. Who Shares News on Mobile Messaging Applications, Why and in What Ways? A Cross-National Analysis oleh Kalogeropoulos, A. (2020)

Artikel ini mendeskripsikan perubahan tren komunikasi dan penyebaran berita yang semula memanfaatkan platform facebook, kemudian beralih ke aplikasi pesan atau berita seluler. Melalui tulisannya, penulis menggambarkan alasan-alasan mengapa perubahan tren ini dapat terjadi serta dengan cara apa. Dan ditemukan fakta bahwa motivasi utama dari para pengguna yang membagikan berita-berita tersebut dikarenakan keengganan mereka untuk berbagi berita di jaringan terbuka seperti facebook.  Selain itu, pada aplikasi pesan seluler, berita yang dipilih untuk dibagikan biasanya berkisar pada minat khusus dan berita terbaru atau terkini. Tulisan ini akan menjadi sumber referensi yang baik untuk para pengguna jaringan komunikasi seluler maupun akademisi yang ingin mengkaji perkembangan komunikasi dan berita digital terhadap tren yang terjadi di masyarakat. Artikel ini dapat diakses secara mudah dan gratis dengan mendaftar di perpustakan digital JSTOR.


4. Moving Media and Conflict Studies Beyond The CNN Effect oleh Gilboa, E., Jumbert, M. G., Miklian, J., and Robinson, P. (2016)

Secara garis besar, artikel ini menunjukkan konsep komunikasi yang tidak tepat dan menimbulkan konflik di media sosial yang disebut “efek CNN”. Semakin berkembangnya teknologi komunikasi, semakin banyak jumlah dan jenis sumber media. Hal ini seringkali memunculkan kompetisi antar media yang dimanfaatkan secara politik sehingga menjadi konflik. Studi ini memetakan bagaimana cara kita sebagai pembaca untuk mengidentifikasi adanya konflik politik dalam media komunikasi dan menggambarkan bagaimana tingkatan yang berbeda, interaksi, dan bentuk pelaporan berita mengenai konflik serta peran kita dalam pembangunan perdamaian dalam konteks lokal, nasional, regional, bahkan dunia internasional melalui media sosial. Tulisan ini akan menjadi sumber referensi yang baik untuk para pengguna media sosial sekaligus penggemar politik yang ingin mengetahui adanya indikasi konflik dan kepalsuan terhadap suatu media atau berita serta langkah yang harus dilakukan untuk melaporkan terjadinya konflik di media sosial. Artikel ini dapat diakses secara mudah dan gratis dengan mendaftar di perpustakan digital JSTOR.


Daftar Pustaka

  1. Ferrari, E. (2020). Sincerely Fake: Exploring User-Generated Political Fakes and Networked Publics. Social Media + Society, 6(4), 205630512096382. https://doi.org/10.1177/2056305120963824.

  2. McDowell, Z. J., & Vetter, M. A. (2020). It Takes a Village to Combat a Fake News Army: Wikipedia’s Community and Policies for Information Literacy. Social Media + Society, 6(3), 205630512093730. https://doi.org/10.1177/2056305120937309.

  3. Kalogeropoulos, A. (2020). Who Shares News on Mobile Messaging Applications, Why and in What Ways? A Cross-National Analysis. Mobile Media and Communication, 205015792095844.  https://doi.org/10.1177/2050157920958442.

  4. Gilboa, E., Jumbert, M. G., Miklian, J., and Robinson, P. (2016). Moving Media and Conflict Studies Beyond The CNN Effect. Review of International Studies, 42(04), 654–672. https://doi.org/10.1017/s026021051600005x


This list of recommended journal articles constitutes a fair-use of any copyrighted materials. Wikilead only provides the list as part of noncommercial activity to leverage knowledge in Indonesia.


Daftar artikel jurnal yang direkomendasikan ini merupakan penggunaan wajar atas materi apapun yang memiliki hak cipta. Wikilead hanya memberikan rekomendasi sebagai bagian dari kegiatan nonkomersial untuk meningkatkan pengetahuan di Indonesia.


___________________________________________________________________________________________________

Kontributor: Irawan Sukma, Muh Resky Ariansyah, Aina Firdha Lufiana, Nabila Hanum, Berliana Khansa Salsabila.


#

conflict (konflik), digital (digital), disinformation (disinformasi), fake (palsu), social networks (jejaring sosial)