Rekomendasi Artikel Jurnal: Pemerintahan, Kekuasaan, Kebijakan, Kewirausahaan

Tema:

Politik

Sub Tema:

Pemerintahan, Kekuasaan, Kebijakan, Kewirausahaan

Setiap orang memiliki hak untuk menjalankan hidup dengan kenyamanan, terbebas dari rasa takut, mendapatkan pembagian yang adil atas sumber daya negara dan memiliki hak suara yang setara dalam cara mereka diatur. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dapat mencakup kebutuhan dan keinginan tersebut. Kebijakan adalah garis besar dari apa yang akan dilakukan pemerintah dan apa yang dapat dicapai untuk masyarakat secara keseluruhan. Namun, kebijakan juga berarti apa yang tidak ingin dilakukan oleh pemerintah. Berikut ini adalah refrensi terkait pemerintahan dan kebijakan di bidang sosial, ekonomi dan politik.


1. Tolerance in the United States: Does economic freedom transform racial, religious, political and sexual attitudes? oleh Berggren, N., & Nilsson, T. (2016)

Dalam paper ini kita akan mempelajari apakah kebebasan ekonomi yang tinggi telah meningkatkan toleransi di negara bagian AS. Secara teoritis, ada dua hal utama yang menghubungkan kebebasan ekonomi dengan toleransi: yang satu berkaitan dengan kegiatan pemerintah dan satu lagi yang berkaitan dengan kegiatan pasar. Dalam perspektif ekonomi, apakah penurunan tarif pajak dapat mempengaruhi toleransi terhadap ateis, komunis dan homoseksual? Paper ini akan sangat bermanfaat untuk staf pemerintah, personel perpajakan dan secara umum untuk mempelajari sikap terhadap minoritas serta mengirimkan pesan bahwa minoritas layak mendapat dukungan publik. Keseluruhan bahan bacaan ini dapat diakses secara gratis di website ScienceDirect.


2. Does democracy cause growth? A meta-analysis (of 2000 regressions) oleh Colagrossi, Marco, et. al. (2019)

Hubungan antara demokrasi dan pertumbuhan ekonomi telah lama diteliti baik dalam ilmu politik maupun dalam literatur ekonomi dengan hasil yang tidak meyakinkan. Dengan mengadopsi kerangka kerja meta-analisis, yaitu dengan mempelajari data dari sejumlah studi independen, paper ini bertujuan untuk menentukan tren keseluruhan. Namun, ini masih merupakan sebuah argumen yang terus berlanjut atas variabel apa dan karakteristik apa dari negara-negara tersebut yang menentukan hubungan positif antara demokrasi dan perkembangan ekonomi. Paper ini akan bermanfaat untuk para sejarawan ekonomi, konsultan ekonomi, ilmuan politik dan secara umum untuk membandingkan hasil dari berbagai studi. Keseluruhan bahan bacaan ini dapat diakses lewat akun institusi di website ScienceDirect, atau secara bebas di website Research Gate.


3. Informal entrepreneurship and institutional theory: explaining the varying degrees of

(in)formalization of entrepreneurs in Pakistan oleh Colin C. Williams & Muhammad S. Shahid (2016)

Sampai saat ini, sebagian besar literatur tentang kewirausahaan informal hanya meneliti berapa banyak pengusaha yang informal. Namun paper ini mengevaluasi berbagai tingkat formalisasi wirausaha dan mempelajari karakteristik wirausahawan yang menampilkan derajat formalisasi. Paper ini menekankan perbedaan antara hasil penelitian di Pakistan dengan hasil studi yang lain. Paper ini menghipotesiskan bahwa tingkat formalisasi wirausaha bervariasi menurut variabel tingkat individu (jenis kelamin, usia, pendidikan), variabel tingkat kelembagaan (korupsi sektor publik) dan variabel tingkat struktural (moralitas pajak, perlawanan terhadap negara, sektor, kesulitan pendaftaran). Paper ini akan bermanfaat bagi wirausahawan atau calon wirausahawan agar lebih bijak memilih jalur formal atau informal. Keseluruhan bahan bacaan ini dapat diakses secara gratis di website Taylor & Francis Online.


4. The Rise and Fall of American Hegemony from Wilson to Trump oleh Nye, J. S. (2019).

Paper ini mejelaskan kekuasan di Amerika dari kepemimpinan Wilson sampai Trump dan dampaknya pada kedudukan Amerika di dunia. Paper ini menerangkan bahwa Wilson memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap para penerusnya dan masih melihat kembali gagasan, kebijakan dan warisan Wilson. Setelah berlanjut selama 70 tahun, semua ini berubah pada tahun 2016 ketika seseorang President yang memiliki ideology yang berbeda telah terpilih. Paper ini akan berkesan bagi para pemimpin, politikus, petugas kebijakan, dan secara umum untuk memahami gaya kepemimpinan dari kekuasaan yang tertinggi di Amerika. Keseluruhan bahan bacaan ini dapat diakses secara gratis di website Oxford Academic.


5. Protesting Against Neoliberal and Illiberal Governmentalities: A Comparative Analysis

of Waste Governance in the UK and China oleh Hacking, Nick, and Andrew Flynn. (2018).

Paper ini menyoroti kesamaan dalam strategi pengelolaan sampah dari negara neoliberal, UK, dan negara illiberal, Cina. Energy dari limbah (EfW, energy from waste) telah menjadi solusi kebijakan limbah yang dipilih di kedua negara. Sistem perencanaan penggunaan lahan di Inggris dan Cina melibatkan hierarki administrasi atas-bawah (top-down) yang berpusat di ibu kota mereka, London dan Beijing.  Dengan system atas-bawah ini meninggalkan sangat sedikit kesempatan bagi warga untuk mempengaruhi keputusan. Warga menuntut untuk terlibat dalam pengambilan keputusan sistem perencanaan karena konstruksi dan pembangunan EfW akan berdampak ke masyarakat. Di kedua negara, pendekatan pusat terhadap partisipasi publik dalam perencanaan, merupakan inti dari penolakan keahlian negara oleh anggota masyarakat. Tata kelola limbah merupakan subjek kebijakan yang kompleks di mana keahlian dan ilmu teknis diprioritaskan di kedua negara. Paper ini memberikan wawasan bagaimana kekuasaan berperan serupa dalam dua system politik yang sangat berbeda. Paper ini kemudian mengulas dan membandingkan empat studi kasus EfW (energy from waste); masing-masing dua dari Inggris/Wales dan Cina. Paper ini akan bermanfaat untuk ilmuwan lingkungan, insinyur lingkungan dan perencana kota dan daerah. Keseluruhan bahan bacaan ini dapat diakses secara gratis di website ScienceDirect.


6. Analysing the Effects of Insuring Health Risks: On the Trade-off between Short-Run Insurance Benefits versus Long-Run Incentive Costs oleh Harold L Cole, Soojin Kim, Dirk Krueger (2019)

Paper ini menganalisis pertukaran antara asuransi dan insentif untuk menjalani hidup sehat. Lebih jelasnya, pertukaran antara keuntungan penyediaan asuransi konsumsi (jangka pendek) terhadap kesehatan yang buruk yang disebabkan oleh upah yang rendah dan premi asuransi yang tinggi, dan kerugian dari insentif (janka panjang) yang lebih lemah untuk melaksanakan upaya kesehatan. Paper ini mengevaluasi secara kualitatif dan kuantitatif mana yang akan berdampak besar terhadap pengeluaran kesehatan dan medis serta berakibat buruk pada distribusi kesehatan penduduk. Paper ini juga menerangkan efek kebijakan pasar tenaga kerja dan pasar asuransi kesehatan terhadap evolusi dan distribusi kesehatan. Paper ini juga menghitung hukum  no prior conditions law (dilarang untuk kondisi yang sudah ada sebelumnya) dan hukum no wage discrimination law (dilarang mendiskriminasikan upah) di pasar tenaga kerja dan pasar asuransi kesehatan yang akan menunjukan efektifitas konsumsi asuransi di masyarakat. Paper ini akan bermanfaat untuk aktuaris, analis risiko, personil asuransi dan secara umum. Keseluruhan bahan bacaan ini dapat diakses lewat akun institusi di website ScienceDirect.


Daftar Pustaka

  1. Berggren, N., & Nilsson, T. (2016). Tolerance in the United States: Does economic freedom transform racial, religious, political and sexual attitudes? European Journal of Political Economy, 45, 53–70. https://doi.org/10.1016/j.ejpoleco.2016.06.001

  2. Colagrossi, Marco, et al. “Does Democracy Cause Growth? A Meta-Analysis (of 2000 Regressions).” European Journal of Political Economy, Nov. 2019, p. 101824, 10.1016/j.ejpoleco.2019.101824. Accessed 4 Dec. 2019

  3. Colin C. Williams & Muhammad S. Shahid. (2016). Informal entrepreneurship and institutional theory: explaining the varying degrees of (in)formalization of entrepreneurs in Pakistan, Entrepreneurship & Regional Development, 28:1-2, 1-25, DOI 10.1080/08985626.2014.96389

  4. Nye, J. S. (2019). The rise and fall of American hegemony from Wilson to Trump. International Affairs95(1), 63–80. https://doi.org/10.1093/ia/iiy212

  5. Hacking, Nick, and Andrew Flynn. “Protesting against Neoliberal and Illiberal Governmentalities: A Comparative Analysis of Waste Governance in the UK and China.” Political Geography, vol. 63, Mar. 2018, pp. 31–42, 10.1016/j.polgeo.2017.12.004. Accessed 19 Apr. 2020.

  6. Harold L Cole, Soojin Kim, Dirk Krueger. (2019).  Analysing the Effects of Insuring Health Risks: On the Trade-off between Short-Run Insurance Benefits versus Long-Run Incentive Costs. The Review of Economic Studies,  86: 3, 1123–1169. https://doi.org/10.1093/restud/rdy017

This list of recommended journal articles constitutes a fair-use of any copyrighted materials. Wikilead only provides the list as part of noncommercial activity to leverage knowledge in Indonesia.


Daftar artikel jurnal yang direkomendasikan ini merupakan penggunaan wajar atas materi apapun yang memiliki hak cipta. Wikilead hanya memberikan rekomendasi sebagai bagian dari kegiatan nonkomersial untuk meningkatkan pengetahuan di Indonesia.

__________________________________________________________________________________________________


Kontributor: Yurnisa Nurul Izza, Enggar Suprobo Ningtyas, Ali Hamdani, Fera Irawanti, Lusi Cahyanti Kusuma Dewi, Indah Pratiwi Harahap, Nazila Rikhusshuba, Anisa Arum Melati, Farah Rizkiah, Rammy Inkenny Immanuel Ndaparoka, Kresna Murti Wasudewa

#

market (pasar), economic freedom (kebebasan ekonomi), economic growth (pertumbuhan ekonomi), tolerance (toleransi), taxation (perpajakan), governmentality (pemerintah), democracy (demokrasi), meta-analysis (meta-analisis), power (kekuasaan), hegemony (hegemoni), enterprise culture (budaya usaha), kewirausahaan (entrepreneurship), public health (kesehatan masyarakat), policy objectives (tujuan kebijakan), waste (limbah), USA (Amerika Serikat), China (Tiongkok), United Kingdom (Inggris)