Rekomendasi Artikel Jurnal: Peran Gender dan Kewirausahaan

Tema:

Bisnis

Sub Tema:

Peran Gender dan Kewirausahaan

Seperti yang sudah banyak diketahui, manajemen sumber daya manusia memiliki peran penting dalam lingkup bisnis. Disisi lain, adanya perbedaan perspektif peran gender antar pria dan wanita yang memiliki pengaruh terhadap sosial dan budaya di masyarakat. Hal ini, karena setiap kepribadian memiliki peran yang berbeda dalam berbagai aspek yang cukup luas. Oleh karena itu, tidak heran apabila peran gender dalam kewirausahaan akan terus dipelajari akademisi ataupun praktisi dan dituliskan dalam berbagai bentuk referensi. Berikut beberapa referensi terkait peran gender dalam kewirausahaan yang tim wikilead telah himpun :


1. 12 Ways to Help Women in Retail Advance into Management oleh Hanleybrown, F., Hawkins, E., & Medrano, S. (2019)

Paper ini mengangkat tema bisnis yang fokus membahas kesetaraan gender terhadap pekerja wanita di lingkup perusahaan ritel. Berdasarkan penelitian yang ditemukan bahwa di berbagai industri, perusahaan cenderung sedikit dalam mempromosikan pekerja wanita ke tingkat level manajer ataupun posisi CEO. Untuk melawan tren tersebut, para peneliti bekerja sama melakukan penelitian untuk memberikan kesempatan kepada pekerja wanita menuju kesetaraan gender. Paper ini sangat menarik untuk dibaca oleh wirausahawan dan aktivis yang tertarik dengan kesetaraan gender dengan mengakses Harvard Business Review. 


2. Is #MeToo Backlash Hurting Women’s Opportunities in Finance? oleh Tarbox, K. (2018)

Paper ini mengangkat tema bisnis yang membahas kesetaraan gender di dunia kerja. Namun disisi lain, terdapat sebuah gerakan yang muncul untuk memberdayakan perempuan dan memberi perempuan kepercayaan diri menyerukan seksisme bernama gerakan #MeToo yang ternyata mempengaruhi kesempatan wanita dalam pertumbuhan karier di tempat kerja. Meskipun pelecehan seksual dan diskriminasi tidak boleh ditoleransi dalam keadaan apapun, karena keduanya berbeda. Namun, tingkat ancaman antar keduanya tampaknya menjadi sama.  Ironisnya setelah adanya gerakan ini para pria merasa tidak nyaman dan hilangnya kepercayaan antar gender di tempat kerja bahkan secara pribadi menghindari kontak dengan wanita sehingga mereka cenderung tidak memperkerjakan atau bergaul dengan wanita karena intensitas #MeToo. Penelitian terbaru ini menemukan bahwa mayoritas karyawan pria dan wanita lebih cenderung berbicara tentang perilaku pelecehan akibat #MeToo. Namun, konsekuensi negatif yang tidak diinginkan dari #MeToo adalah nyata dan perlu ditangani sebelum memberikan pukulan serius bagi kemajuan wanita di tempat kerja. Paper ini sesuai untuk dibaca oleh masyarakat yang tertarik mengenai kesetaraan gender di dunia kerja melalui Harvard Business Review. 


3. Personality and gender differences in global perspective oleh Schmitt, D. P., Long, A. E., McPhearson, A., O’Brien, K., Remmert, B., & Shah, S. H. (2016)

Paper ini mengangkat tema pengembangan diri tentang kepribadian dan perbedaan gender dalam perspektif secara global. Dalam hal ini, karena kepribadian setiap orang sangat berbeda dalam berbagai aspek.  Secara empiris, bukti menunjukkan perbedaan gender di sebagian besar aspek kepribadian seperti dalam Ciri Lima Besar (neuoritisme, keramahan, kehangatan, kesadaraan dan perasaan), Trait Triad (machiavellianisme, narsisme dan psikopati), Harga diri, kesejahteraan subjektif, depresi dan nilai-nilai pribadi secara lebih besar dalam budaya peran gender yang lebih egaliter, sosialisasi dan sosiopolitik. Pola tersebut serupa saat memeriksa secara obyektif seperti kemampuan kognitif yang teruji dan ciri fisik seperti tinggi badan dan tekanan darah. Teori evolusi seperti ini mungkin terbukti lebih berguna dalam menjelaskan variasi global dalam kepribadian manusia. Artikel ini juga menarik untuk dibaca bagi masyarakat yang tertarik mengenai pengembang an diri, khususnya terkait dengan perbedaan gender. Paper ini dapat diakses pada International Journal of Psychology. 


4. Embeddedness in context: understanding gender in a female entrepreneurship network oleh Roos, Annie. (2019)

  1. Paper ini membahas mengenai keterikatan konteks jaringan kewirausahaan perempuan yang mampu menantang struktur gender. Beliau menyelidiki bagaimana jaringan kewirausahaan perempuan dibangun dan bagaimana mereka memperkuat dan dapat menantang struktur gender yang ada. Dari studi etnografi (data empiris masyarakat dan budaya), teridentifikasi tiga proses dalam jaringan kewirausahaan perempuan: menjadi wirausaha yang tepat, membangun hubungan dan terlibat dalam perubahan. Terlihat dari proses yang berbeda, perempuan yang terlibat dalam jaringan dapat memperkuat struktur gender melalui kepatuhan pada keberanian, kemandirian dan ketegasan tentang kewirausahaan, tetapi juga menantang struktur gender dengan mempertanyakan peran tersebut. Sehingga memunculkan pandangan baru mengenai cara jaringan kewirausahaan perempuan dapat dibangun, dan bagaimana mereka dapat memajukan kesetaran gender dalam kewirausahaan. Disisi lain, paper ini menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai keterkaitan antara gender dan kewirausahaan. Paper ini menarik untuk dibaca bagi masyarakat yang tertarik mengenai kewirausahaan perempuan dengan mengakses jurnal Entrepreneurship and Regional Development. 


Daftar Pustaka

  1. Hanleybrown, F., Hawkins, E., & Medrano, S. (2019, February 27). 12 Ways to Help Women in Retail Advance into Management. Harvard Business Review; Harvard Business Publishing. https://hbr.org/2019/02/12-ways-to-help-women-in-retail-advance-into-management

  2. Tarbox, K. (2018, March 12). Is #MeToo Backlash Hurting Women’s Opportunities in Finance? Harvard Business Review; Harvard Business Publishing. https://hbr.org/2018/03/is-metoo-backlash-hurting-womens-opportunities-in-finance

  3. Schmitt, D. P., Long, A. E., McPhearson, A., O’Brien, K., Remmert, B., & Shah, S. H. (2016). Personality and gender differences in global perspective. International Journal of Psychology, 52, 45–56. https://doi.org/10.1002/ijop.12265

  4. Roos, Annie. (2019). Embeddedness in context: understanding gender in a female entrepreneurship network. Entrepreneurship and Regional Development, 31(3-4), 279-292. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/08985626.2018.1551793


This list of recommended journal articles constitutes a fair-use of any copyrighted materials. Wikilead only provides the list as part of noncommercial activity to leverage knowledge in Indonesia. 


Daftar artikel jurnal yang direkomendasikan ini merupakan penggunaan wajar atas materi apapun yang memiliki hak cipta. Wikilead hanya memberikan rekomendasi sebagai bagian dari kegiatan nonkomersial untuk meningkatkan pengetahuan di Indonesia.


___________________________________________________________________________________________________

Kontributor: Utari Ayuningtyas, Fera Irawanti, Clarissa Junia Ramli, Anindya Larasati, Zalika Cherista, Rachmadea Aisyah, Rania Arabella, Yovan Adiyanto, Kresna Murti Wasudewa, Tim Research Wikilead

#

human resource management (manajemen sumber daya manusia), gender (jenis kelamin), gender differences (perbedaan gender), personality (kepribadian), cross-cultural psychology (psikologi lintas-budaya), context (konteks), embeddedness (keterikatan), ethnographic study (studi etnografi), women’s entrepreneurship (kewirausahaan wanita)